Apa Itu Tindakan Laparoskopi dan Bagaimana Prosedurnya?

Apa Itu Tindakan Laparoskopi dan Bagaimana Prosedurnya?

Ada berbagai tindakan medis yang dapat dilakukan saat Anda mengalami masalah pada pencernaan, tergantung pada permasalahan yang Anda alami. Salah satu tindakannya yaitu dengan melakukan laparoskopi. Namun, apa sih laparoskopi itu? Dan kapan tindakan ini perlu dilakukan? Berikut ini penjeasannya!

Apa Itu Laparoskopi?

Laparoskopi adalah tindakan medis untuk memeriksa dan mengobati masalah yang terjadi pada organ dalam perut dan panggul. Tindakan ini dilakukan dengan menggunakan sebuah alat bernama laparoskop, yaitu sebuah instrumen tipis yang ujungnya dilengkapi dengan kamera dan lampu kecil. Tindakan ini umum dilakukan pada pasien yang mengalami masalah pencernaan maupun memiliki penyakit lain pada organ dalam perut dan panggul, seperti kista atau laparoskopi batu empedu untuk proses pengangkatannya.

Prosedur Laparoskopi

Laparoskopi umumnya hanya membutuhkan waktu yang cukup singkat, yaitu sekitar 30 hingga 60 menit, tergantung kondisi dan penyakit pasien. Untuk melakukan tindakan ini, ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh pasien, yaitu:

  • Menginformasikan riwayat serta kondisi kesehatan, salah satunya jika pasien sedang hamil.
  • Menginformasikan alergi obat (jika ada) maupun alergi lainnya, misalnya alergi lateks.
  • Berpuasa total selama 6-12 jam sebelum tindakan (mengikuti anjuran dokter).
  • Mengosongkan kandung kemih.
  • Berhenti merokok.

Pastikan Anda menginformasikan dengan jelas seluruh riwayat kesehatan Anda termasuk alergi dan obat-obatan yang dikonsumsi secara rutin. Sebab, hak sekecil apa pun bisa memengaruhi keamanan dari tindakan medis ini, sehingga dokter perlu mengetahuinya agar bisa melakukan tindakan sesuai kondisi Anda.

Setelah mempersiapkan semuanya, tindakan laparoskopi akan dilakukan dengan cara:

  • Menggunakan pakaian khusus yang disediakan oleh pihak rumah sakit.
  • Pemberian anestesi atau obat bius.
  • Mencukur seluruh bulu di sekitar area yang akan diberi sayatan.
  • Membuat lebih dari satu sayatan dengan ukuran sekitar 1 hingga 1,5 cm di bagian bawah pusar untuk jalan masuk laparoskop dan alat lainnya.
  • Dokter akan memasukkan kanula untuk menggembungkan perut pasien agar bisa melihat lebih jelas.
  • Dokter akan mulai memasukkan laparoskop dan alat medis lainnya yang dibutuhkan dan mengarahkannya pada area yang bermasalah.
  • Laparoskop akan mengambil gambar bagian dalam organ dengan menggunakan kamera dan mengirimkannya ke layar monitor.
  • Setelah proses laparoskopi selesai, dokter akan mengeluarkan semua alat medis yang dimasukkan ke sayatan dan menutup luka sayatan.

Selama proses pemulihan setelah laparoskopi, pasien tidak boleh ditinggalkan sendirian dan harus ada keluarga yang memantau kondisinya. Hal ini penting untuk memastikan pasien bisa mendapatkan penanganan segera ketika ada masalah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *